!free! - Bunga Terakhir Buat Alfi
Artikel ini ditulis sebagai bentuk apresiasi pada kepekaan kolektif generasi yang menemukan keindahan dalam kerapuhan. Tidak ada Alfi yang terluka dalam proses penulisan. Tapi mungkin, penulis pun punya satu atau dua bunga yang belum sempat diletakkan.
Alfi merasa sedih dan ingin menangis, tapi ia tidak ingin membuat Ibunya khawatir. Ia hanya bisa memeluk Ibunya dan mengucapkan terima kasih. bunga terakhir buat alfi
“Aku tulis itu setelah Alfi—nama samaran mantan situationshipku—menikah. Aku beli satu tangkai mawar putih, kasih tulisan ‘Bunga terakhir buat Alfi. Selamat menjadi suami orang.’ Lalu aku foto dan unggah di close friend. Anehnya, setelah itu aku benar-benar enakan. Kayak ada yang lepas.” Artikel ini ditulis sebagai bentuk apresiasi pada kepekaan
Hari itu hujan turun tipis, seperti enggan ikut bersedih. Di tangan kanannya, sekuntum mawar putih sudah hampir layu. Bukan karena tua, tapi karena sejak pagi dia genggam erat-erat, seolah takut bunga itu hilang sebelum sampai ke tujuan. Alfi merasa sedih dan ingin menangis, tapi ia
